Gajah Sumatera

Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) merupakan salah satu jenis mamalia besar yang terdapat di Pulau Sumatera. Hampir seluruh Pulau Sumatera mulai dari Lampung sampai Aceh merupakan habitat gajah.

Pemantauan gajah liar (Elephas maximus sumatranus) dengan populasi cukup banyak pada kawasan hutan di Lampung akan makin intensif, untuk mengantisipasi gangguan satwa langka dan dilindungi terhadap masyarakat sekitar hutan yang juga akan mengancam satwa itu sendiri.

Di Lampung menduga kian sering kawanan gajah liar dan satwa liar dilindungi keluar dari hutan di wilayahnya, diantaranya akibat kondisi habitat yang terganggu dan makin menyempit karena ulah manusia dengan aktivitas perambahan, penebangan liar maupun perburuan satwa di dalamnya yang ditengarai masih terus berlangsung.

Ada Pusat pelatihan gajah yang menjadi tempat wisata yang dapat dikunjungi disini dan Way Kambas sebagai Taman Nasional di Provinsi Lampung, selain Bukit Barisan Selatani. Pusat Latihan Gajah menempati areal seluas 1000 hektar. Disini gajah-gajah liar sumatera dilatih agar dapat dimanfaatkan.

Gajah Sumatera adalah subspesies dari gajah Asia yang hanya berhabitat di pulau Sumatra. Gajah Sumatra berpostur lebih kecil daripada subspesies gajah India.

Gajah Sumatera adalah subspesies dari gajah Asia yang hanya berhabitat di pulau Sumatra. Gajah Sumatra berpostur lebih kecil daripada subspesies gajah India.

Gajah Sumatera termasuk satwa herbivora sehingga membutuhkan ketersediaan makanan hijau yang cukup dan termasuk binatang berdarah panas sehingga dalam cuaca panas, gajah-gajah akan mencari tempat naungan dan istirahat di hutan yang lebat.

Populasi gajah Sumatera semakin menurun dan menjadi spesies yang sangat terancam. Faktor menurunnya populasi gajah liar akibat perusakan hutan. Konversi lahan dari hutan menjadi perkebunan dan pembukaan kampung di jalur lalu lintas gajah. Konflik antara gajah dan manusia tidak terhindarkan karena gajah terpaksa memakan hasil kebun untuk menggantikan makanan alami mereka.

Sebanyak 65% populasi gajah Sumatra lenyap akibat dibunuh manusia dan 30% kemungkinan diracuni manusia. Sekitar 83% habitat gajah Sumatra telah menjadi wilayah perkebunan akibat perambahan yang agresif untuk perkebunan.

Latar Belakang

Penyebaran dan jumlah gajah di daerah Lampung cukup tinggi. Pusat Pendidikan Latihan Gajah (PLG) terdapat di Way Kambas Kampung Tengah, yang merupakan langkah pemerintah dalam menjinakkan gajah liar yang sampai saat ini masih mengganggu masyarakat petani di pinggir lokasi habitat. Masyarakat Lampung mempopulerkan dengan nama Gadjah Lampung. Mengingat tingkat populasi satwa gajah yang rendah, maka gajah di Indone­sia dilindungi sejak tahun 1931; berdasarkan Undang-undang dan Peraturan Perlindungan Binatang Liar Th. 1931 No. 134 dan No. 266. Way Kambas adalah salah satu Taman Nasional di Propinsi Lampung, selain Bukit Barisan Selatan, yang meliputi total areal seluas 128.450 hektar. Ada dua obyek wisata yang dapat dikunjungi disini. Pertama adalah Pusat Latihan Gajah yang menempati areal seluas 1000 hektar. Disini gajah-gajah liar sumatera dilatih agar dapat dimanfaatkan.
Sebagai hasil latihan ini dapat terlihat dan dinikmati pada acara pertunjukan gajah, seperti permainan sepakbola, berenang dan menunggang gajah disekitar area. Apabila Anda menyenangi bersafari ke dalam hutan, pelatih akan siap menemani Anda.
Di alam, tempat ini merupakan Pusat Latihan Gajah pertama di Indonesia.

 

Pertelaan

Tinggi gajah jantan dewasa yang ada di Lampung dapat mencapai 3 meter, yang ditunjukkan dengan memiliki gading, sebagai gambaran sekilas yaitu, gajah yang bergading adalah gajah jantan dan umumnya dengan bentuk tulang punggung rata adalah gajah betina. Berat gajah jantan dewasa mencapai 4 ton, sedangkan anak gajah yang baru dilahirkan mempunyai berat 75 – 100 kg. Gajah Sumatera berwarna coklat gelap sampai mendekati hitam. Kedewasaan ditunjukkan dengan warna kulit dengan bintik-bintik coklat terutama pada telinga dan leher. Bentuk dan ukuran telinga gajah adalah segitiga dan kecil. Apabila daun telinga bergerak kebelakang, maka lekukannya sampai menutup leher. Pendengarannya jauh lebih baik dibandingkan dengan penglihatannya. Belalai gajah pada saat tidak aktif dapat mencapai tanah dari tempat gajah berdiri. Belalai dapat berfungsi sebagai alat pencium peraba. Belalai juga ber­fungsi untuk mengambil air minum, memiliki kapasitas (daya hisap) mencapai 7 – 10 liter air. Kuku kaki gajah depan berjumlah 5 dan kuku kaki belakang berjumlah 4. Kuku berfungsi sebagai pelindung ujung kaki pada waktu membentur benda disaat sedang berjalan. Gading yang menjadi kebanggaan gajah jantan merupakan bagian dari gigi seri dari bahan email.

Habitat

Gajah Sumatera, seperti halnya gajah Asia lainnya, tidak tahan panas matahari dan pada siang hari mencari naungan di tengah-tengah hutan lebat. Kadang-­kadang dikunjunginya sungai atau kolam untuk berendam. Gajah juga senang mandi lumpur untuk memperoleh lapisan lumpur yang perlu untuk mencegah gigitan serangga. Di Indonesia, gajah dapat ditemukan di Sumatera (E.m. sumatrae) dan di Kalimantan (E.m. indicus). Di luar Indonesia, gajah banyak terdapat di beberapa tempat seperti Srilangka, India dan di daratan Asia Tenggara.

Makanan

Mereka makan daun-daunan atau umbut-umbut muda dan berbagai macam palma, tanaman merambat atau rumput-rumputan. Mereka juga suka tanam­-tanaman pertanian seperti jagung, pisang, sehingga untuk mendapatkan ma­kanan seringkali mereka menyerbu daerah pertanian.

Perkembangbiakan

Gajah mencapai dewasa kelamin pada umur 10 -12 tahun. Dalam satu kelom­pok hanya satu gajah jantan yang berhak mengawini betina yang berahi. Keha­milan gajah betina dapat diketahui dari tegangan kulit perut. Masa kehamilan gajah sampai melahirkan adalah 20 – 22 bulan. Sifat kelahiran tunggal dan anaknya menyusui melalui kelenjar susu. Masa menyususi anak sampai kira-­kira anak gajah berumur 2 tahun atau paling tidak sampai gajal betina hamil lagi.

1 Komentar

  1. [...] Gajah Sumatera November 2009 3 [...]


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.